Halaman

Kamis, 25 April 2013


HADIAH DAN HUKUMAN ITU OBAT ATAU RACUN?????

Ibarat obat ari dokter, metode pemberian hadiah dan hukuman memang bisa bermanfaat menyembuhkan penyakit kepribadian anak yang buruk. Akan tetapi perlu diingat juga bahwa obat dari dokter memiliki dosis dan takaran tertentu yang harus diberikan disesuaikan dengan perkembangan usia, jenis penyakit dan kondisi badan penderita.
       Demikian pula dengan pemberian hadiah dan hukuman, juga memiliki aturan, syarat, serta ukuran-ukuran tertentu, yang “dosisnya” bisa jadi berbeda antara anak satu dengan anak yang lain, tergantung pada khusus spesifik yang dihadapi masing-masing. Sebuah dosis pemberian hadiah atau hukuman yang efektif bagi anak yang satu belum tentu efektif bagi anak yang lain karena masing-masing memiliki faktor pendukung yang berbeda-beda.
       Seperti juga pemberian obat dokter, maka pemberian hadiah dan hukuman yang tidak sesuai dengan dosis yang dibutuhkan anak akan menjadi tidak efektif. Kekurangan atau kelebihan dosis pemberian hadiah dan hukuman bisa jadi membuatnya kehilangan fungsi sebagai obat, dan bahkan bisa berubah menjadi racun yang justru semakin merusak kepribadian anak.
       Kasus-kasus dimana perilaku anak justru semakin buruk setelah diberi hukuman, serta kasus ketergantungan anak terhadap keberadaan hadiah sebelum ia bersedia berbuat baik, merupakan contoh-contoh akibat dari “obat” yang berubah menjadi “racun” ini.

Folded Corner:  Supaya pemberiab hadiah dan hukuman bisa menjadi metode yang efektif untuk memotifasi anak agar mau berbuat baik, perlu diperhatikan syarat-syarat pemberiannya, cara pemberian hingga dosis atau ukuran yang tepat untuk masing-masing anak. Jika keliru melakukannya, hadiah dan hukuman justru berubah fungsi dari obat menjadi racun yang menumbuhkan kepribadian buruk anak.
Diambil dari buku “AGAR HADIAH dan HUKUMAN EFEKTIF”