HADIAH
DAN HUKUMAN ITU OBAT ATAU RACUN?????
Ibarat obat ari dokter, metode pemberian hadiah dan hukuman
memang bisa bermanfaat menyembuhkan penyakit kepribadian anak yang buruk. Akan tetapi
perlu diingat juga bahwa obat dari dokter memiliki dosis dan takaran tertentu
yang harus diberikan disesuaikan dengan perkembangan usia, jenis penyakit dan
kondisi badan penderita.
Demikian pula dengan
pemberian hadiah dan hukuman, juga memiliki aturan, syarat, serta ukuran-ukuran
tertentu, yang “dosisnya” bisa jadi berbeda antara anak satu dengan anak yang
lain, tergantung pada khusus spesifik yang dihadapi masing-masing. Sebuah dosis
pemberian hadiah atau hukuman yang efektif bagi anak yang satu belum tentu
efektif bagi anak yang lain karena masing-masing memiliki faktor pendukung yang
berbeda-beda.
Seperti juga
pemberian obat dokter, maka pemberian hadiah dan hukuman yang tidak sesuai dengan
dosis yang dibutuhkan anak akan menjadi tidak efektif. Kekurangan atau
kelebihan dosis pemberian hadiah dan hukuman bisa jadi membuatnya kehilangan
fungsi sebagai obat, dan bahkan bisa berubah menjadi racun yang justru semakin
merusak kepribadian anak.
Kasus-kasus dimana perilaku
anak justru semakin buruk setelah diberi hukuman, serta kasus ketergantungan
anak terhadap keberadaan hadiah sebelum ia bersedia berbuat baik, merupakan
contoh-contoh akibat dari “obat” yang berubah menjadi “racun” ini.
Diambil dari buku “AGAR
HADIAH dan HUKUMAN EFEKTIF”

bisa jd obat tp bisa jg jd racun...
BalasHapusHukuman dan hadiah emank bisa jd obat n racun, salah satu cara tuk menyikapinya menurutq adalah jangan kita memberikan hukuman(baik berupa teguran maupun sanksi) aja bila ada anak melakukan kesalahan aja tanpa diimbangi pemberian hadiah( bisa berupa pujian, kasih sayang maupun barang) bila anak melakukan hal-hal yg baik.
BalasHapussipp
BalasHapus